Review Makanan Ayam Taliwang. Ayam Taliwang tetap menjadi ikon kuliner Lombok hingga akhir 2025, dikenal sebagai ayam bakar pedas gurih yang mewakili keberanian rasa masyarakat Sasak. Hidangan ini menggunakan ayam kampung muda yang dibumbui rempah kuat, lalu dibakar hingga kulitnya renyah dan bumbu meresap sempurna. Popularitasnya terus meningkat, tidak hanya di Nusa Tenggara Barat tapi juga di berbagai kota besar, sebagai menu wajib bagi pecinta makanan pedas autentik. Ayam Taliwang bukan sekadar hidangan, tapi warisan budaya yang membawa cerita perdamaian dan ketangguhan Lombok. BERITA BOLA
Sejarah dan Asal Usul yang Menarik: Review Makanan Ayam Taliwang
Ayam Taliwang bermula dari Karang Taliwang di Mataram, Lombok, meski namanya diambil dari Taliwang di Sumbawa Barat. Konon, hidangan ini lahir saat misi perdamaian antara kerajaan-kerajaan di masa lalu, di mana juru masak kerajaan menciptakan ayam bakar pedas untuk pasukan. Awalnya disebut ayam pelalah, resep ini berkembang pada 1960-an menjadi ayam Taliwang modern dengan pengaruh budaya Sasak yang menyukai rasa pedas kuat. Kini, ayam Taliwang diakui sebagai kekayaan intelektual komunal, melambangkan keramahan dan gotong royong, sering disajikan pada acara adat atau penyambutan tamu.
Cita Rasa dan Bumbu Khas yang Menggoda: Review Makanan Ayam Taliwang
Rasa ayam Taliwang dominan pedas menyengat dari cabai merah dan rawit, diimbangi gurih terasi bakar serta aroma harum kencur dan bawang. Daging ayam kampung muda yang empuk menyerap bumbu hingga ke tulang, memberikan sensasi manis sedikit dari gula merah dan smoky dari pembakaran arang. Pedasnya bukan sekadar panas, tapi nikmat dan nagih, membuat nafsu makan bertambah. Variasi ada yang bakar atau goreng, tapi versi bakar paling autentik karena aroma asapnya menambah kedalaman rasa. Setiap suapan terasa kompleks, pedas di lidah tapi hangat di perut.
Penyajian Tradisional dan Pelengkap
Ayam Taliwang ideal disajikan utuh atau belah, panas-panas dengan nasi hangat. Pelengkap wajib adalah plecing kangkung—kangkung rebus dengan sambal pedas segar—serta beberuk terong yang asam pedas. Tambahan seperti sambal terasi, jeruk limo, atau emping renyah menambah tekstur dan kesegaran. Di Lombok, hidangan ini sering dinikmati bersama keluarga, mencerminkan kebersamaan. Kini ada inovasi seperti versi madu untuk yang kurang tahan pedas, tapi tetap mempertahankan esensi rempah tradisional.
Kesimpulan
Ayam Taliwang adalah hidangan yang berhasil menggabungkan sejarah panjang dengan kelezatan pedas gurih yang tak tertandingi. Dari ayam kampung muda berbumbu rempah kuat hingga penyajian sederhana tapi penuh makna, makanan ini terus memikat lidah dan hati. Di akhir 2025, ayam Taliwang semakin relevan sebagai simbol kuliner Lombok yang autentik dan berani rasa. Bagi pecinta makanan pedas, satu porsi ayam Taliwang sudah cukup membawa pengalaman makan yang memorable dan penuh semangat. Hidangan ini layak dijaga sebagai kebanggaan nusantara yang timeless.

